Kisah Pengemudi Ambulance - Part 2

Baca Part 1 Tidak mau kepikiran lebih jauh lagi, Dimas dengan cepat menutup kantung jenazah. Ia langsung menarik napas dalam, mengembuskannya berulang kali agar lebih tenang. Pria itu sadar, sebentar lagi akan mengemudi di tengah malam buta, jadi harus bisa mengendalikan emosi dan rasa takut. Suara pintu sebelah kiri terbuka, lalu ditutup dengan cukup keras—membuat Dimas terperanjat sambil beristigfar. Juna yang baru saja masuk menatap Dimas dengan dahi mengernyit. "Kenapa, Bang?" "Lu ngagetin, Jun! Astagfirullah," ucap Dimas seraya mengusap dadanya. Pria itu terkekeh. Juna pikir, dirinyalah yang paling penakut. Nyatanya, Dimas juga sama. Kadang, Dimas selalu bertingkah sok berani dan meledeknya dengan kata 'cemen'. "Takut, ya, Bang?" tanya Juna tertawa kecil. "Kaget doang ini." Wajah Dimas pucat, membuat Juna semakin menunjukan wajah kemenangan. Juna menoleh ke belakang, memastikan semua keadaan sudah aman. Namun, pria berkulit sawo...